Beras Harga Eceran Masih Medium dan Premium Naik Berikut Ulasannya

Badan Pangan Nasional (Bapanas) sah memutuskan Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) seputar Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras medium dan premium. Penetapan HET beras medium dan premium ini untuk menjaga harga di tingkat konsumen.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, penetapan HET beras medium dan premium ini melewati Perbadan Nomor 5 tahun 2024 seputar Perubahan atas Perbadan Nomor 7 tahun 2023 seputar HET Beras, harga beras medium, dan beras premium diatur berdasarkan wilayah.

Arief menjabarkan, HET beras untuk wilayah slot qris gacor Jawa, Lampung, dan Sumatera Selatan, HET beras medium Rp 12.500 per kilogram (kg) dan HET beras premium Rp 14.900 per kg. Sebelumnya untuk wilayah ini harga harga beras medium sebesar Rp 10.900 per kg dan premium di angka Rp 13.900 per kg.

“Wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, dan Kepulauan Bangka Belitung, HET beras medium Rp 13.100 per kg dan HET beras premium Rp 15.400 per kg,” kata ia dikutip dari Antara, Jumat (7/6/2024).

Untuk wilayah ini sebelumnya HET beras premium sebesar Rp 14.400 per kg dan untuk HET medium sebesar Rp 11.500 per kg.

Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat, HET beras medium Rp 12.500 per kg dan HET beras premium Rp 14.900 per kg. Wilayah Nusa Tenggara Timur, HET beras medium Rp 13.100 per kg dan HET beras premium Rp 15.400 per kg.

Selanjutnya, untuk wilayah Sulawesi, HET beras medium Rp 12.500 per kg dan HET beras premium Rp 14.900 per kg. Wilayah Kalimantan, HET beras medium Rp 13.100 per kg dan HET beras premium Rp 15.400 per kg.

Wilayah Maluku, HET beras medium Rp 13.500 per kg dan HET beras premium Rp 15.800 per kg dan yang terakhir wilayah Papua, HET beras medium Rp 13.500 per kg dan HET beras premium Rp 15.800 per kg.

Dia menyuarakan, penetapan hukum HET beras ini menguatkan kebijakan relaksasi yang sudah diberlakukan melewati Keputusan Kepala Bapanas sebelumnya.

Menjaga Keseimbangan
Arief menegaskan, penyesuaian HET beras tak terpisahkan dari upaya stabilisasi pasokan dan harga beras, di mana kebijakan di hulu juga serasi dengan di hilirnya.

Dia menjelaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan di hulu dan hilir berhubungan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dan beras.

Dia menekankan bahwa harga di tingkat produsen (petani) semestinya paralel dengan harga di tingkat konsumen.

Kecuali itu, Arief juga menyebut bahwa menjaga keseimbangan ini ialah tantangan yang semestinya dijawab dengan melibatkan segala pihak berhubungan, seperti yang sudah ditekankan oleh Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke gudang Bulog dan pasar-pasar.

“Sebagaimana sering dikenalkan Bapak Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerja ke gudang Bulog dan pasar-pasar, bahwa keseimbangan hulu hilir ini memang tak mudah, namun ini tantangan yang semestinya kita jawab dengan melibatkan stakeholder perberasan dari hulu hingga hilir,” tambah tutur Arief.

Arief mengakui pelaksanaan penetapan HET beras ini sudah mengalami berjenis-jenis dinamika, pembicaraan, dan usul dari berjenis-jenis pemangku kepentingan di bidang perberasan.

“HET beras ini tak serta merta lahir, namun melewati pelaksanaan panjang pembahasan yang melibatkan organisasi petani, penggilingan, kementerian dan lembaga berhubungan. Ini kita analitik bersama dengan memutuskan berjenis-jenis aspek, termasuk bagaimana imbasnya terhadap inflasi,” imbuh Arief.

Perubahan Harga

You May Also Like

More From Author