Eri Cahyadi Pastikan Gaji ke-13 dan ke-14 ASN Pemkot Surabaya Langsung Cair 100 Persen

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menentukan bahwa gaji ke-13 dan gaji ke-14 untuk ASN di Pemkot Surabaya akan seketika dicairkan 100 persen. Keputusan itu diambil setelah ia bersama Sekretaris Tempat (Sekda) dan para pembantu berdialog panjang sebab selama ini tidak pernah dicairkan 100 persen.

“Jadi di pemerintahan itu ada gaji ke-13 dan gaji ke-14, setelah tadi engkel-engkelan (berpolemik) dengan Sekda dan para pembantu, akibatnya kami telah setuju gaji itu akan dicairkan 100 persen,” kata Wali Kota Eri.

Menurutnya, gaji ke-13 dan gaji ke-14 itu diserahkan berdasarkan gaji yang diterima tetapi juga diizinkan dan dipertimbangkan slot spaceman termasuk tunjungan, sehingga berarti ada tunjangan keluarga dan tunjangan penghasilan. Tetapi, itu segala diatur dan diatur oleh kemampuan daerahnya juga.

Nah, selama ini senantiasa diberikan kadang 25 persen, 50 persen, dan di masa saya telah 75 persen dan minimal 50 persen. Tetapi mulai hari ini dan seterusnya, gaji ke-13 dan gaji ke-14 itu seharusnya diberikan 100 persen,” tegasnya.

Eri menegaskan bahwa itu adalah hak para ASN Pemkot Surabaya, sehingga seharusnya diserahkan sepenuhnya. Dia malah meminta supaya segala ASN berprofesi dengan sungguh-sungguh, berprofesi menjadi satu bagian utuh demi rumah bersama Pemkot Surabaya.

“Jadi, kerjanya seharusnya gotong royong dan seharusnya kerja semuanya supaya bisa mencapai PAD 100 persen, seandainya telah seperti itu maka haknya seharusnya diberikan 100 persen juga,” katanya.

Minta ASN Kerja dengan Sungguh-sungguh

Eri juga meminta segala ASN Pemkot Surabaya untuk berprofesi dengan sungguh-sungguh, kerja dengan kebersamaan dan kerjanya juga seharusnya guyup rukun.

“Seandainya ada rejeki seperti ini, tolong jangan lupa infaq dan sedekahnya dikuati sebab itu yang bisa menolak bala, bagus bala untuk keluarga dan juga untuk Kota Surabaya, dengan infak dan shodakoh pula maka keluarga ASN pemkot akan semakin memberi manfaat,” katanya.

Eri juga berharap ke depannya setiap daerah mangkir di fingerprint seharusnya dipasang CCTV, sehingga seandainya ada yang tidak terekam setelah mangkir, maka bisa dipandang di CCTV-nya, sehingga pendapatannya tidak terpotong.

“Aku berharap tahun depan telah bisa menggunakan mangkir lewat Handphone, semuanya seharusnya digitalisasi jangan manual lagi,” kata ia.

You May Also Like

More From Author