Jendral AS: Serangan Israel Terhadap Lebanon Akan Dapat Meingkatkan Resiko Perang yang Lebih Luas

Estimated read time 3 min read

Serangan Israel di Lebanon berpotensi menaikkan risiko konflik yang lebih luas yang melibatkan Iran dan militan yang bersekutu bersama dengan Iran, terutama terkecuali eksistensi Hizbullah terancam, demikian ungkap seorang jenderal tertinggi Amerika Serikat (AS) pada hari Minggu. Jenderal Angkatan Udara C.Q. Brown, ketua Kepala Staf Gabungan, tidak memprediksi langkah Israel sehabis itu dan mengakui hak Israel untuk menjaga diri. Namun ia memperingatkan bahwa serangan ke Lebanon “dapat menaikkan potensi konflik yang lebih luas.”

Serangan Israel Terhadap Lebanon Akan Dapat Meingkatkan Resiko Perang yang Lebih Luas

“Hizbullah lebih mampu daripada Hamas di di di dalam mengenai kekuatan secara keseluruhan, jumlah roket dan sejenisnya. Dan saya cuma mampu memperlihatkan bahwa saya mampu memandang Iran lebih condong beri tambahan pertolongan yang lebih besar kepada Hizbullah,” kata Brown kepada para wartawan sebelum akan sementara mampu datang di Tanjung Verde di di di dalam perjalanannya ke percakapan pertahanan regional di Botswana. “Sekali lagi, seluruh ini mampu menopang memperluas konflik di lokasi ini dan terlalu memicu Israel tidak cuma cemas mengenai apa yang berjalan di anggota selatan negara mereka, tetapi termasuk apa yang berjalan di utara.

” Komentar Brown keluar sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperlihatkan pada hari Minggu bahwa berakhirnya fase pertempuran sengit di Gaza mampu terlalu mungkin Israel untuk mengerahkan lebih banyak pasukan di selama perbatasan utara bersama dengan Lebanon. Hizbullah yang mendapat pertolongan Iran jadi menyerang Israel tidak lama sehabis serangan Hamas pada 7 Oktober memicu perang di Gaza, dan ke dua belah pihak telah saling bertukar serangan di di di dalam beberapa bulan sejak pas itu. Hizbullah memperlihatkan bahwa mereka tidak mampu berhenti hingga tersedia gencatan senjata di Gaza.

Baca Juga Artikel Lain-nya: Rekam Jejak Politiknya dari Solo Presiden Jokowi di Ulang Tahunnya yang 63 Tahun

Sebelumnya pada bulan Juni, Hizbullah menargetkan kota-kota dan website militer Israel bersama dengan tembakan roket dan pesawat tak berawak terbesar di di di dalam permusuhan sejauh ini, sehabis serangan Israel menewaskan komandan Hizbullah yang paling senior. Pernyataan Brown keluar sementara Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant menuju Washington pada Minggu untuk mengupas fase setelah itu berasal berasal dari perang Gaza dan meningkatnya permusuhan di perbatasan bersama dengan Lebanon.

Brown mencatat bahwa Amerika Serikat mampu saja lebih terbatas di di di dalam kemampuannya untuk menjaga Israel berasal berasal dari serangan Hizbullah dibandingkan bersama dengan menopang mencegat serangan rudal dan pesawat tak berawak Iran pada April pada Israel, yang beberapa besar berhasil digagalkan. “Dari sudut pandang kami, berdasarkan di mana pasukan kami berada, jarak yang dekat antara Lebanon dan Israel, lebih sukar bagi kami untuk mampu menopang mereka bersama dengan langkah yang serupa seperti yang kami melaksanakan pada April,” kata Brown.

You May Also Like

More From Author