Kronologi Pengeroyokan dan Penikaman Pengunjung Kafe Kemang Jaksel

Polisi sudah memastikan empat orang sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan dan penikaman kepada Ahmad Mardianto alias AM (25) di Kafe MB Kemang, Jakarta Selatan.

Keempat itu merupakan, BBP (25) Master of Ceremony (MC) kafe, RH (42) dan SS sekuriti kafe, serta RJ pengunjung. Mereka terlibat dalam pengeroyokan sampai berujung aksi penikaman yang menyebabkan AM tewas.

Kapolsek Mampang Prapatan Kompol David Yunior Kanitero membeberkan kronologi kasus tewasnya AM. Bermula dikala korban bersama tiga rekannya datang sebagai pengunjung di kafe tersebut.

Rabu 6 Maret 2024 sekira pukul 03.00 WIB, korban atas nama AM pengunjung link judi bola parlay di Kafe MB bersama 3 rekannya. Di situ dia menikmati acara,\\\” kata David dikala jumpa pers, Jumat (8/3/2024).

Semula acara berjalan lancar. Para pengunjung kafe menikmati suasana. Tetapi segala itu berubah dikala AM yang sedang mabuk di bawah akibat minuman keras (miras) seketika menyelesaikan botol. Sontak suasana berubah menjadi ribut.

\\\”Kemudian mengonsumsi alkohol dan menyelesaikan botol minuman. Sesudah menyelesaikan botol minuman, AM ditegur oleh pembawa acara yang inisial tersangka BBP (MC),\\\” ujar David.

\\\”Kemudian Saudara AM tak terima dan hampir melawan. Diamankan oleh sekuriti atas nama inisial tersangka RH. Sesudah diamankan dibawa keluar. Terbukti pembawa acara tersangka BBP mengejar keluar,\\\” sambungnya.

Sempat terjadi keonaran antara AM dengan RH. Tetapi seperti itu di luar AM berupaya kembali masuk ke dalam kafe. Tetapi dilarang oleh dua sekuriti RH dan SS.

Karena AM yang dalam keadaan mabuk tetap ngotot, maka terjadilah keonaran di luar kafe. Sebagaimana video beredar, AM dikeroyok oleh para tersangka, sampai sebagian pukulan pun tampak mengenai korban.

\\\”BBP melakukan pemitingan kepada korban kemudian SS dan RH ikut memukul dan menendang sampai dengan ke arah jalan,” tuturnya.

RJ, pengunjung yang dari dalam pun ikut terpancing menghajar korban. Hingga walhasil konfrontasi dari AM selesai sesudah SS melakukan penikaman di dada sebelah kiri dan lengan kanannya dengan pisau lipat yang ada di saku celana.

\\\”Pada dikala di jalan Saudara SS mengambil pisau lipat yang ada di saku belakang kemudian menusukkan pada dada sebelah kiri dan menggoreskan lengan kanan,\\\” tuturnya.

Alasan Sekuriti Kafe Menikam Korban

Kapolsek Mampang Prapatan Kompol David Yunior Kanitero menyuarakan alasan dari SS sampai menikam AM sebetulnya cuma untuk melumpuhkan. Tetapi nahas, tusukan pisau lipatnya itu berpengaruh luka serius kepada korban.

\\\”Menurut hasil keterangan merupakan untuk melumpuhkan korban AM sebab dirasa korban AM senantiasa melawan dan berupaya untuk memukul para sekuriti tersebut,\\\” ungkap David.

\\\”Kemudian untuk pisau lipat itu sehari-hari dibawa tersangka SS dengan alasan keamanan,\\\” tambah dia.

Hingga walhasil SS dan RJ pun menyerahkan diri sebab merasa bersalah atas tindakannya yang menyebabkan nyawa korban melayang. Sementara untuk dua tersangka RH dan BBP ditangkap sehari sesudah kejadian.

\\\”Persangkaan pasal yang akan kami terapkan kepada para tersangka merupakan Pasal 170 KUHPidana ayat 1 ke-3 dengan ancaman sanksi optimal 12 tahun penjara,\\\” tuturnya.

You May Also Like

More From Author