Pegadaian dan BRI Tawarkan UMKM Solusi Pendanaan dengan Gadai Non Emas

Estimated read time 3 min read

Seiring berkembangnya sarana keuangan, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) kini dapat mengajukan pendanaan untuk mengembangkan usaha berasal dari perusahaan gadai, keliru satunya melalui gadai non emas di PT Pegadaian. Pendanaan berasal dari Pegadaian berfungsi bagi UMKM yang terhitung menjadi keliru satu sektor penggerak ekonomi Indonesia, agar memerlukan akses pendanaan untuk mengembangkan usaha, serta kami akan sedikit membahas tentang permainan judi online yang tersedia dari situs joker123 terbaru

Berdasarkan web resmi Pegadaian, gadai non emas adalah opsi dukungan kredit berasal dari Pegadaian yang menggunakan proses gadai bersama jaminan barang bergerak non emas. Barang jaminan itu layaknya gawai, barang elektronik layaknya laptop, televisi, hingga barang rumah tangga.

Untuk mengajukan gadai non emas, penduduk buat persiapan barang jaminan, dokumen atau kelengkapan barang, serta kartu identitas yang berlaku atau kartu tanda penduduk (KTP).

Kemudian, penduduk mampir ke cabang (outlet) Pegadaian terdekat, lantas isi formulir pengajuan gadai non emas. Lampirkan terhitung fotokopi KTP dan menyerahkan barang jaminan non emas beserta kelengkapannya kepada petugas. Selain outlet Pegadaian, nasabah dapat berkunjung ke co-location atau Sentra Layanan Ultra Mikro (SenyuM) yang terdiri berasal dari Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM) di kantor cabang atau unit punya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI semua Indonesia.

Selanjutnya petugas dapat menaksir nilai berasal dari barang tersebut. Jika harga yang ditaksir sesuai, nasabah dapat mengonfirmasi duit pinjaman. Kemudian, penduduk hanya wajib diberi tanda tangan surat bukti gadai (SBG). Terakhir, nasabah menerima duit utang secara tunai maupun transfer ke rekening bank.

Mengutip laman sahabat.pegadaian.co.id, Pegadaian tawarkan nominal duit utang yang banyak ragam mulai berasal dari Rp50.000 hingga lebih berasal dari Rp20 juta. Dana selanjutnya dapat dimanfaatkan nasabah atau pelaku usaha mikro untuk keperluan produktif maupun konsumtif.

Patut dicatat juga, Pegadaian menambahkan jangka saat utang mulai berasal dari satu hari hingga 120 hari bersama sewa modal minimum 1% dan sewa modal maksimal 1,2% per 15 hari.

Pegadaian terhitung menambahkan opsi sewa modal maksimal cocok jangka saat maksimal sebesar 9,60% dan sewa modal maksimal (dalam satu tahun) sebesar 28,80%.

Pengamat Pasar Keuangan berasal dari Universitas Indonesia (UI) Budi Frensidy mengungkapkan, gadai non emas adalah alternatif untuk UMKM yang tidak punyai emas. Budi menambahkan, melihat pola yang terjadi, biasanya yang mereka menyimpan aset didalam bentuk emas adalah orang-orang tua.

“Karena mereka yang punyai emas sebagai harta lebih sedikit daripada mereka yang punyai aset atau harta non emas,” terang Budi.

Sebagai tambahan informasi, Pegadaian bersama PNM udah menjadi satu entitas Holding Ultra Mikro (UMi) yang diinisiasi oleh BRI pada 13 September 2021. Mengacu pada laporan keuangan, Pegadaian sukses menaikkan pertumbuhan aset sebesar 16,33% menjadi Rp80,7 triliun pada kuartal III tahun 2023 atau naik berasal dari Rp69,4 triliun pada periode yang serupa tahun 2022.

Sejak join bersama BRI pula, Pegadaian dapat menaikkan aset yang sejalan bersama outstanding loan (OSL) gross Pegadaian yang tumbuh 17,28% secara tahunan menjadi Rp65,6 triliun berasal dari Rp55,9 triliun pada periode serupa tahun 2022. Outstanding loan menjadi keliru satu komponen penyumbang terbesar agar aset Pegadaian tumbuh. Sementara itu, laba bersih Pegadaian meningkat 35,52% secara year on year (yoy) Rp2,4 triliun menjadi Rp3,2 triliun. Pegadaian menyebut, pertumbuhan kinerja didorong berasal dari peningkatan kuantitas nasabah Pegadaian sebesar 10,88% berasal dari 21,2 juta nasabah di September 2022 menjadi 23,5 juta nasabah di September 2023. Efeknya, penyaluran utang (omzet) pembiayaan tumbuh 14,81% berasal dari Rp 130,6 triliun naik menjadi Rp150,0 triliun.

You May Also Like

More From Author