Presiden Russia Vladimir Putin Sebut Rusia Mungkin Akan Kirimkan Senjata ke Korea Utara

Estimated read time 4 min read

Presiden Vladimir Putin menjelaskan bahwa Rusia bisa saja memasok senjata ke Korea Utara, yang menurutnya merupakan respons mirip terhadap tindakan Barat yang mempersenjatai Ukraina. Putin berkata kepada wartawan di Vietnam terhadap Kamis, sehari setelah datang ke Korea Utara yang membawa senjata nuklir dan diberi tanda tangan perjanjian pertahanan bersama bersama pemimpinnya, Kim Jong Un. Negara-negara Barat hindari Korea Utara gara-gara pengembangan rudal nuklir dan balistiknya yang bertentangan bersama sanksi PBB.

Rusia Mungkin Akan Kirimkan Senjata ke Korea Utara

Mereka kini lihat meningkatnya pertalian antara Moskow dan Pyongyang bersama penuh kekhawatiran. Awal bulan ini, Putin mengancam bahwa Rusia bisa saja akan memasok senjata kepada musuh-musuh Barat gara-gara Barat sediakan senjata presisi tinggi ke Ukraina dan beri tambahan izin untuk menembakkan senjata tersebut ke sasaran-sasaran di wilayah Rusia. Dalam komentar terbarunya, dia menjelaskan Korea Utara bisa menjadi tidak benar satu penerima senjata Rusia.

“Saya katakan, juga di Pyongyang, bahwa kita berhak memasok senjata ke wilayah lain di dunia. Mempertimbangkan perjanjian kita bersama [Korea Utara], aku juga tidak mengecualikan hal ini,” katanya. Perjanjian yang ditandatangani oleh Putin dan Kim terhadap Rabu mewajibkan tiap-tiap pihak untuk segera beri tambahan pertolongan militer kepada pihak lain kalau berjalan agresi bersenjata terhadap tidak benar satu pihak. Putin menjelaskan Moskow berharap kerja samanya bersama Korea Utara akan menjadi penghalang bagi Barat.

Namun, tidak perlu gunakan tentara Korea Utara untuk perang di Ukraina. “Mengenai bisa saja gunakan kekuatan satu mirip lain dalam konflik di Ukraina, kita tidak berharap siapa pun untuk lakukan hal ini, tidak ada yang menawarkan hal ini kepada kami, oleh gara-gara itu tidak perlu,” katanya. Amerika Serikat dan Ukraina menjelaskan Korea Utara udah berikan Rusia sejumlah besar peluru artileri dan rudal balistik, namun hal ini dibantah oleh Moskow dan Pyongyang.

Putin menjelaskan Korea Selatan akan mengakibatkan “kesalahan besar” kalau memutuskan untuk memasok senjata ke Ukraina, dan bahwa Moskow akan menanggapi tindakan tersebut bersama langkah yang akan merugikan Seoul. Pernyataan itu terlihat setelah kantor berita Korea Selatan Yonhap menjelaskan Seoul akan meninjau bisa saja memasok senjata ke Ukraina sehubungan bersama pakta pertahanan bersama yang ditandatangani oleh Putin dan Kim sehari sebelumnya. “Sehubungan bersama pengiriman senjata mematikan ke zona tempur di Ukraina, ini merupakan kesalahan yang amat besar. Saya harap ini tidak akan terjadi,” kata Putin.

“Jika ya, maka kita akan mengambil alih keputusan yang bisa saja tidak disukai oleh kepemimpinan Korea Selatan kala ini.” Korea Selatan udah mengalami perkembangan besar dalam penjualan militer internasional dalam beberapa tahun terakhir. Namun negara ini membawa kebijakan lama yang melarang penjualan senjata ke zona konflik aktif, dan kebijakan ini senantiasa diterapkan biarpun ada seruan dari Amerika dan Ukraina untuk mempertimbangkannya kembali.

Terdapat perbincangan mengenai seberapa kuat komitmen keamanan yang terkandung dalam kesepakatan antara Rusia dan Korea Utara. Dalam sambutannya kepada wartawan di Hanoi, Putin juga memperluas komentar yang dibuatnya awal bulan ini mengenai senjata nuklir, bersama menjelaskan bahwa Moskow tengah membayangkan bisa saja pergantian doktrinnya mengenai penggunaannya. Putin menjelaskan hal ini didorong oleh pergantian pandangan mengenai pemakaian nuklir di kalangan musuh Rusia.

Baca Juga: Sejarah di Balik Hubungan Kedua Negara Rusia dan Korea Utara yang Semakin Akrab

Doktrin Rusia kala ini menyatakan bahwa Rusia boleh gunakan senjata nuklir sebagai respons terhadap serangan nuklir atau kalau berjalan serangan konvensional yang mengundang ancaman nyata terhadap negara. Sejak dimulainya perang di Ukraina, beberapa analis militer Rusia yang agresif udah menganjurkan agar Moskow memperhitungkan untuk merevisi sikap tersebut dan lebih-lebih melancarkan serangan nuklir yang bisa saja bisa “menyadarkan” musuh-musuhnya di Barat.

Putin menjelaskan kepada wartawan bahwa Rusia tengah memperhitungkan untuk membuat perubahan doktrinnya gara-gara musuh potensialnya tengah mengerjakan “elemen baru” berkenaan bersama penurunan ambang batas pemakaian nuklir. “Secara khusus, perangkat nuklir eksplosif bersama energi amat rendah tengah dikembangkan. Dan kita jelas bahwa ada inspirasi yang beredar di kalangan pakar di Barat bahwa langkah penghancuran seperti itu bisa digunakan,” katanya.

Putin menjelaskan “tidak ada yang amat buruk” mengenai hal ini, namun Rusia perlu beri tambahan perhatian terhadap hal tersebut. Sejak melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina terhadap Februari 2022, yang ia sebut sebagai operasi militer spesifik untuk mengamankan keamanan Rusia, Putin sering berkata mengenai ukuran dan potensi persenjataan nuklir Rusia dan memperingatkan negara-negara Barat bahwa hal ini berisiko mengundang konflik global. kalau ia mengarungi perang lebih jauh.

You May Also Like

More From Author