Qatar Kecam Israel yang Serang RS Indonesia: Kejahatan Brutal!

Estimated read time 4 min read

Pemerintah Qatar mengecam keras serangan Israel terhadap Rumah Sakit (RS) Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Serangan tersebut melanggar hukum internasional. “Kementerian Luar Negeri Qatar menyampaikan solidaritas dari Pemerintah Qatar kepada Republik Indonesia dan server kamboja slot, dalam langkah-langkah politik dan hukum, untuk menghadapi kondisi kejahatan brutal ini,” kata Kemlu Qatar dilansir dari situs resminya, Senin (20/11/2023).

Qatar mengecam keras dan menilai serangan Israel ke RS Indonesia itu merupakan kelanjutan dari pendudukan yang menyasar sekolah dan tempat masyarakat di sekujur Jalur Gaza. Ini melanggar Konvensi Jenewa Kelima. Qatar juga mendesak penyelidikan internasional terhadap kejahatan yang dilakukan Israel terhadap RS Indonesia. Israel harus dibikin jera oleh dunia karena telah melakukan pembantaian.

“Kementerian Luar Negeri memperbarui seruan kepada Negara Qatar untuk membentuk komite internasional untuk menyelidiki kejahatan yang dilakukan oleh pendudukan Israel terhadap warga sipil di Jalur Gaza, dan menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil tindakan segera untuk menghalangi Israel melakukan tindakan lebih lanjut. pembantaian massal, dan untuk memberikan perlindungan yang diperlukan bagi lebih dari dua ribu pengungsi yang berlindung di rumah sakit bersama ratusan pasien dan staf medis,” tulis Kemlu Qatar.

Dilansir AFP dan Al Jazeera, tadi, 12 orang tewas akibat serangan Israel ke RS Indonesia. Beberapa dokter juga tewas akibat serangan Israel terhadap rumah sakit itu. Laporan kantor berita Palestina, WAFA, seperti dikutip The National News, sebelumnya menyebut bahwa rumah sakit itu diserang dengan peluru artileri dan rudal, sementara para tentara menembaki ‘siapa pun yang bergerak di luar pintu rumah sakit’.

Baca Juga : Beberapa Fakta Gempuran Israel ke Rumah Sakit Al Shifa Gaza

Pengeboman itu, menurut WAFA, disebut mengenai bagian bedah khusus wanita dan melukai para dokter yang sedang melakukan operasi. Dilaporkan juga bahwa tank-tank militer Israel terus mengepung rumah sakit tersebut.

Tim medis setempat mengatakan kepada Al Jazeera bahwa rumah sakit itu menjadi target serangan tanpa peringatan. Staf rumah sakit itu, menurut laporan Al Jazeera, meminta bantuan mendesak kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Palang Merah di tengah situasi tersebut.

Al-Qudra dalam pernyataannya, seperti dikutip Al Jazeera, mengkhawatirkan pasukan Israel akan mengulangi apa yang terjadi terhadap Rumah Sakit Al-Shifa, pada RS Indonesia. Disebutkan Al-Qudra bahwa situasi di rumah sakit itu sangat buruk dan pasukan Israel semakin mengintensifkan serangan mereka.

WHO Kaget RS Indonesia di Gaza Diserang

Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza bagian utara turut menjadi sasaran serangan Israel. Selusin orang tewas. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kaget dengan kondisi ini. “WHO terkejut dengan serangan terhadap Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang dilaporkan mengakibatkan 12 kematian, termasuk pasien, dan puluhan luka-luka, termasuk yang kritis dan mengancam jiwa,” cuit Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, lewat kaun X-nya, Senin (20/11/2023).

Cuitan itu disampaikan Tedros tanpa menyebut subjek penyerang RS Indonesia. Tedros tidak menulis nama ‘Israel’ atau entitas lain sebagai pihak pelaku. Dia menegaskan masyarakat sipil harus terlindung di rumah sakit, tidak boleh diserang dalam kondisi perang sekalipun.

“Petugas kesehatan dan masyarakat sipil tidak boleh kena horor seperti itu, dan khususnya saat mereka ada di dalam rumah sakit,” kata Tedros. Dilansir AFP dan Al Jazeera, tadi, beberapa dokter juga tewas akibat serangan Israel terhadap rumah sakit itu. Laporan kantor berita Palestina, WAFA, seperti dikutip The National News, sebelumnya menyebut bahwa rumah sakit itu diserang dengan peluru artileri dan rudal, sementara para tentara menembaki ‘siapa pun yang bergerak di luar pintu rumah sakit’.

Pengeboman itu, menurut WAFA, disebut mengenai bagian bedah khusus wanita dan melukai para dokter yang sedang melakukan operasi. Dilaporkan juga bahwa tank-tank militer Israel terus mengepung rumah sakit tersebut. Tim medis setempat mengatakan kepada Al Jazeera bahwa rumah sakit itu menjadi target serangan tanpa peringatan. Staf rumah sakit itu, menurut laporan Al Jazeera, meminta bantuan mendesak kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Palang Merah di tengah situasi tersebut.

Al-Qudra dalam pernyataannya, seperti dikutip Al Jazeera, mengkhawatirkan pasukan Israel akan mengulangi apa yang terjadi terhadap Rumah Sakit Al-Shifa, pada RS Indonesia. Disebutkan Al-Qudra bahwa situasi di rumah sakit itu sangat buruk dan pasukan Israel semakin mengintensifkan serangan mereka.

You May Also Like

More From Author