Rupiah Jatuh ke Rp15.550 Terdampak Data Ekonomi China

Estimated read time 3 min read

Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp15.550 per dolar AS pada Jumat (12/1). Mata duit Garuda melemah 2 poin atau minus 0,01 persen berasal dari penutupan perdagangan sebelumnya. Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) memasang rupiah ke posisi Rp15.559 per dolar AS terhadap perdagangan sore ini.

Namun, mata duit di kawasan Asia mayoritas menguat. Dolar Singapura naik 0,04 persen, yuan China and 0,05 persen, dan rupee India dan juga yen Jepang server myanmar slot yang melesat 0,20 persen.

Pelemahan dirasakan ringgit Malaysia yang jatuh 0,04 persen dan won Korea Selatan turun 0,07 persen. Sedangkan dolar Hong Kong dan baht Thailand macet. Mirip, mata duit negara maju dominan kokoh. Poundsterling Inggris tumbuh 0,06 persen, euro Eropa and 0,02 persen, franc Swiss minus 0,02 persen, dolar Kanada melesat 0,25 persen, dan dolar Australia naik 0,30 persen.

Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong menjelaskan rupiah ditutup melemah tidak tebal terpengaruh data ekonomi China.

“Data ekonomi China yang meskipun sedikit lebih baik berasal dari perkiraan, tapi secara umum masih menunjukkan permintaan yang lemah,” katanya.

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini pas Inflasi AS Naik

Nilai pindah rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini, Jumat (12/1/2024), berpotensi alami pelemahan sehabis data inflasi AS alami kenaikan. menguat ke level Rp15.548 terhadap perdagangan hari ini, Kamis, (11/1/2024). Mayoritas mata duit Asia kompak menguat, sedang dolar AS lesu jelang rilis data inflasi.

Mengacu data Bloomberg, pukul 15.00 WIB rupiah mencatatkan penguatan 0,13% atau 21 poin ke level Rp15.548 per dolar AS. Sedangkan indeks mata duit Negeri Paman Sam melemah 0,13% ke posisi 102,23.

Mayoritas mata duit Asia terpantau kompak menguat terhadap dolar AS sore ini. Misalnya, yen Jepang naik 0,25%, dolar Singapura menguat 0,17%, dolar Taiwan naik 0,08%, won Korea melesat 0,57%, peso Filipina naik 0,49%, dan yuan China naik 0,17%. Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, pasar saat ini menunggu data utama indeks harga kastemer (CPI) AS untuk bulan Desember 2023, yang bakal dirilis hari ini.

“Inflasi IHK umum diperkirakan sedikit meningkat, pas IHK inti diperkirakan konsisten turun. Inflasi diperkirakan bakal selalu jauh di atas obyek tahunan The Fed sebesar 2%,” ujar Ibrahim didalam riset, Kamis, (11/1/2024).

Menurutnya, para pelaku pasar tampaknya masih menjaga ekspektasi mereka terhadap penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin terhadap Maret 2024, meskipun ada sedikit pemangkasan terhadap minggu lalu.

Alat CME Fedwatch menunjukkan para pelaku pasar memperkirakan peluang pemotongan suku bunga sebesar 67,1% di Maret 2024, naik berasal dari 60,8% yang nampak kemarin, dan 64,7% yang nampak terhadap pekan lalu.

Fokus pasar pas ini termasuk tertuju terhadap angka perdagangan dan inflasi China, yang bakal dirilis terhadap Jumat, (12/1), untuk tahu isyarat ekonomi lebih lanjut terhadap importir tembaga terbesar di dunia tersebut.

Dari sentimen domestik, pemerintah RI selalu optimistis meski Bank Dunia atau World Bank merevisi ke bawah outlook ekonomi world 2024 berasal dari 2,6% menjadi 2,4%.  Sinyal perlambatan ekonomi 2024 terhadap dasarnya memang telah nampak sejak 2023, tapi angkanya konsisten direvisi ke bawah.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan kumulatif Indonesia sepanjang Januari hingga November 2023 turun US$16,91 miliar berasal dari periode yang serupa terhadap 2022. Neraca perdagangan barang ulang mengalami surplus sepanjang 43 bulan berturut-turut meskipun lebih rendah dibandingkan bersama bulan yang serupa tahun lalu.

“Untuk perdagangan hari ini, mata duit rupiah fluktuatif tapi ditutup melemah di rentang  Rp15.530- Rp15.600,” pungkasnya.

You May Also Like

More From Author