Sejarah di Balik Hubungan Kedua Negara Rusia dan Korea Utara yang Semakin Akrab

Estimated read time 3 min read

Presiden Rusia Vladimir Putin mendatangi Pyongyang untuk lakukan pertemuan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Rabu 19 Juni 2024. Berikut ini adalah awal mula pertalian Korea Utara-Rusia, dan bagaimana pertalian ke-2 negara menghangat didalam lebih dari satu th. terakhir.

Apa Sejarah di Balik Hubungan Rusia dan Korea Utara

Seiring bersama makin terisolasinya Rusia berasal dari Barat dikarenakan perangnya di Ukraina, para analis menyatakan bahwa jalinan Rusia dan Korea Utara makin meningkat. Di pihak Korea Utara, jalinan bersama Rusia tidak selamanya sehangat layaknya pada jaman kejayaan Uni Soviet, tetapi saat ini negara ini menuai manfaat yang tahu berasal dari kebutuhan Moskow akan teman. Korea Utara yang komunis dibentuk pada masa-masa awal Perang Dingin bersama perlindungan Uni Soviet.

Korea Utara lantas memerangi Korea Selatan dan sekutu-sekutunya berasal dari Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa sampai menemui jalan buntu pada Perang Korea 1950-1953 bersama perlindungan besar-besaran berasal dari Cina dan Uni Soviet. Korea Utara sangat terkait pada perlindungan Soviet selama sebagian dekade, dan runtuhnya Uni Soviet pada 1990-an menyebabkan kelaparan di Korea Utara.

Para pemimpin Pyongyang kerap coba manfaatkan Beijing dan Moskow untuk menyeimbangkan satu mirip lain. Kim, yang berkuasa terhadap 2011, terhadap awalnya miliki pertalian yang relatif dingin bersama Rusia dan Cina, yang keduanya join bersama Amerika Serikat dalam menjatuhkan sanksi ketat terhadap Korea Utara atas uji cobalah nuklirnya. Rusia baru join bersama Cina dalam menentang sanksi baru terhadap Korea Utara,

Memblokir semangat yang dipimpin oleh AS dan secara terbuka memecah belah Dewan Keamanan PBB dalam persoalan ini untuk pertama kalinya sejak Dewan Keamanan menjadi menghukum Pyongyang terhadap 2006. Pada Maret, Rusia memblokir pembaharuan tahunan panel pakar yang memantau penegakan sanksi PBB yang telah berjalan lama terhadap Korea Utara atas program senjata nuklir dan rudal balistiknya.

Bagaimana Kedua Negara Ini berinteraksi?

Setelah uji coba nuklir paling baru negaranya pada 2017, Kim mengambil alih langkah-langkah untuk melakukan perbaikan interaksi dan dia bersua Putin pada 2019 untuk pertama kalinya di kota Vladivostok, Rusia. Pada September th. lalu, Putin menyongsong Kim di layanan peluncuran luar angkasa Vostochny di timur jauh Rusia dan berjanji untuk mendukung Korea Utara membangun satelit, di pada janji kerja sama dan dukungan lainnya.

Baca Juga: Jepang Memberikan Bantuan ke Rumah Sakit Kusta dan Cacat Umum di NTT

Menggarisbawahi interaksi yang makin lama erat, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mendatangi Pyongyang pada Juli 2023 dan mendatangi pameran senjata yang termasuk rudal balistik terlarang Korea Utara. Dia lantas berdiri di samping Kim dan memberi hormat kepada rudal-rudal itu kala mereka melintas didalam parade militer. Sejak Kim dan Putin bersua th. lalu, telah berlangsung peningkatan kuantitas delegasi pada kedua negara didalam berbagai bidang, merasa berasal dari kehutanan dan pertanian hingga kebun binatang dan budaya.

Apa Saja Hubungan Ekonomi Mereka?

Pada 2022, Rusia dan Korea Utara memulai ulang perjalanan kereta api untuk pertama kalinya sejak perjalanan kereta api dihentikan sepanjang pandemi COVID. Kereta itu membawa muatan yang luar biasa mewah: 30 kuda ras murni. Tak lama setelah itu, Rusia melanjutkan ekspor minyak ke Korea Utara, data PBB menunjukkan, pengiriman pertama yang dilaporkan sejak th. 2020. Sebagian besar perdagangan Korea Utara dilaksanakan melalui Cina, namun Rusia juga merupakan mitra yang berpotensi penting, lebih-lebih untuk minyak, kata para ahli. Moskow membantah melanggar sanksi PBB atas ekspor minyak ke Pyongyang, namun kapal tanker Rusia sudah dituduh menunjang hindari pembatasan ekspor minyak ke Korea Utara.

Para pejabat Rusia secara terbuka sudah membahas “pengaturan politik” untuk mempekerjakan 20.000 sampai 50.000 pekerja Korea Utara, kendati tersedia resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang pengaturan semacam itu. Para pejabat dan pemimpin Rusia di wilayah-wilayah yang diduduki di Ukraina juga sudah mendiskusikan mungkin untuk mempekerjakan pekerja Korea Utara untuk menunjang membangun ulang daerah-daerah yang dilanda perang.

You May Also Like

More From Author