Tiga Sikap Korea Selatan atas Kiriman Balon Sampah dari Korea Utara

Estimated read time 3 min read

Ketegangan di Semenanjung Korea sering kali membangkitkan tindakan provokatif berasal dari kedua belah pihak. Salah satu provokasi terakhir adalah pengiriman balon sampah berasal dari Korea Utara ke Korea Selatan.

Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, menunjang pengiriman balon berisi kotoran tersebut. Dia menyebut balon-balon itu sebagai “hadiah tulus” untuk pendukung demokrasi liberal yang menuntut kebebasan berekspresi. Dalam pidato yang disiarkan oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) yang dikelola pemerintah Korea Utara terhadap Rabu pekan lalu, Kim tunjukkan bahwa hukum internasional tidak mampu menyesuaikan jalur penerbangan balon sampah Korut tersebut.

Korea Selatan sudah mengambil alih tiga sikap utama di dalam hadapi persoalan ini, apa saja?

Dia menampik klaim berasal dari Kepala Staf Gabungan Korea Selatan bahwa peluncuran balon itu melanggar hukum internasional. Kim Yo Jong termasuk menyebut peluncuran balon selanjutnya sebagai bentuk kebebasan berekspresi rakyat Korea Utara dan mengkritik pemerintah Korea Selatan yang mengizinkan pembelot Korea Utara mengirim balon ke Korea Utara. Dia memberikan bahwa warga Korea Selatan dapat tetap perlu bersihkan sampah yang dikirimkan oleh warga Korea Utara di era depan.

1. Mengecam Pernyataan Kim Yo Jong

Kementerian Unifikasi Korea Selatan terhadap hari Kamis mengecam pengakuan Kim Yo Jong sebagai “kontradiktif.” Kementerian selanjutnya tunjukkan bahwa Korea Utara adalah rezim yang mengekang kebebasan berekspresi bersama dengan undang-undang yang melarang asumsi reaksioner dan kebebasan berbicara.

Kementerian termasuk mengedepankan bahwa pengakuan Kim Yo Jong berkenaan peluncuran balon yang dapat tetap berlanjut tunjukkan bahwa balon selanjutnya dikirim oleh otoritas Korea Utara. Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa tengah menyelidiki 260 balon yang berisi sampah dan kotoran berasal dari Korea Utara, menganggap pengiriman selanjutnya sebagai pelanggaran Perjanjian Gencatan Senjata th. 1953. Pernyataan UNC ini nampak sehari sehabis Kepala Staf Gabungan (JCS) Korea Selatan menyatakan bahwa mereka bekerja serupa bersama dengan UNC berkenaan peluncuran balon tersebut. UNC tunjukkan bahwa penyelidikan resmi tengah dilakukan bersama dengan Komisi Pengawas Negara Netral yang dapat memberikan pengawasan pihak ketiga.

2. Balas bersama dengan Siaran Pengeras Suara

Korea Selatan sudah memperingatkan Korea Utara bahwa mereka dapat mengambil alih tindakan pembalasan, termasuk siaran propaganda melalui pengeras suara besar yang dipasang di perbatasan. Siaran ini dilakukan terhadap Minggu sore, dan apakah dapat tersedia lebih banyak ulang terkait terhadap respons Korea Utara, kata militer Korea Selatan. “Langkah-langkah yang dapat kami ambil bisa saja tak tertahankan bagi rezim Korea Utara, tetapi mereka dapat mengirimkan pesan harapan dan sinar kepada pasukan Korea Utara dan rakyatnya,” kata Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan.

Baca Juga: Retno Marsudi Bahas Cara Menyelesaikan Konflik di Oslo Forum 2024

3. Menangguhkan Kesepakatan Militer

Bulan ini, pemerintah Korea Selatan seluruhnya menghentikan kesepakatan militer untuk kurangi ketegangan th. 2018 dan mengawali ulang siaran propaganda melalui pengeras suara di sepanjang perbatasan sebagai respons terhadap peluncuran balon hawa oleh Pyongyang. Aksi ini sebabkan Korea Utara marah dan memperingatkan bahwa Seoul menciptakan “krisis baru”.

Sebagai info, sehari sehabis mengirim ratusan balon berisi kotoran melintasi perbatasan ke Korea Selatan, Korea Utara melanjutkan provokasinya bersama dengan menembakkan kira-kira 10 rudal balistik jarak pendek (SRBM) ke Laut Timur terhadap Kamis pagi. JCS Korea Selatan mengumumkan terhadap hari Kamis bahwa peluncuran SRBM selanjutnya dilakukan berasal dari tempat Sunan di Pyongyang, Korea Utara, kira-kira pukul 06:14 terhadap hari yang sama. Rudal-rudal selanjutnya terbang kira-kira 350 kilometer sebelum saat jatuh di Laut Timur.

You May Also Like

More From Author